Friday, June 11, 2010

Inbox: Cahaya misterius di langit malam Surabaya

Email di bawah ini berasal dari Ricky di Surabaya. Isinya mengenai foto cahaya putih kecil misterius yang bergerak di langit malam. Walaupun fotonya sederhana, namun saya rasa cukup menarik sehingga saya memutuskan untuk mempostingnya.

Siang Bro Enigma,
Perkenalkan Saya Ricky dari Surabaya, pembaca setia blog enigma...


Begini bro, saya ingin cerita sedikit tentang kejadian aneh yang dialami pacar saya..


Malam kemarin lusa (Jumat 28 Mei 2010) dia melihat kejadian yang tidak biasa. Ketika itu, langit Surabaya cerah sekali, hanya ada 1 cahaya di langit yaitu cahaya bulan, tidak ada bintang, lampu pesawat atau cahaya yang lainnya, bahkan awan pun sedikit sekali.


Karena pemandangan yang jarang itu, dia berniat untuk memfotonya dengan kamera seadanya yaitu kamera Hp SE W380 1,3 Mpixel.


Setelah mendapat foto pertama, dia mengamati hasil fotonya dan dia kaget karena ada dua cahaya di langit, satu cahaya bulan dan satunya cahaya yang dia tidak tahu berasal darimana.



Setelah mengamati foto di HP, dia pun mengecek langsung dengan melihat langit, dan memang benar terdapat dua cahaya, namun dia tidak mengerti cahaya apa itu karena cahaya itu bergerak, dan gerakannya tidak beraturan, tidak seperti pesawat yang hanya melaju dengan satu arah.

Melihat kejadian aneh ini, kemudian dia mencoba untuk memfoto lagi.



Namun ketika akan memfoto untuk ketiga kalinya, cahaya itu menghilang. Sebelumnya memang ada niatan untuk merekam, namun ternyata kendala ada di HP yang tidak bisa digunakan untuk merekam.

Dua foto tersebut saya lampirkan di attachment, walaupun terlihat tidak terlalu jelas, mungkin bisa dianalisa oleh bro enigma...


Sekian bro, terima kasih telah menyempatkan waktunya untuk membaca.


Nah, sekarang, menurut kalian, cahaya apakah yang terlihat di foto itu?


UPDATE: 03 Juli 2010

Update ini adalah alternatif penjelasan terhadap identitas cahaya kecil di atas.

Menurut Ricky di emailnya yang saya tampilkan di atas, cahaya kecil yang bergerak tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang. Ini memang membuat identitasnya menjadi misterius. Entahkah UFO ataukah Satelit.

Namun, anggaplah jika cahaya kecil yang bergerak tersebut hanya terlihat dari kamera, maka mungkin misteri ini telah terpecahkan.

Menurut salah satu pembaca enigma yang memiliki pengalaman dalam bidang fotografi, Ragil Setio Pranowo penampakan ini mungkin hanya terjadi karena efek dari kamera:

"Penampakan itu muncul setelah difoto atau sebelumnya? Maksudnya apakah si pemotret melihat dengan mata telanjang memang ada 2 cahaya (bulan & something) dan kemudian berinisiatif untuk memotret? kalau iya, entah itu cahaya apa..kalau nggak, kemungkinan objek itu adalah pantulan dari cahaya bulan itu sendiri. "

"Pantulan ini muncul akibat pembiasan yang tidak sempurna dalam optik kamera HP. Fenomena ini juga sering terjadi pada kamera digital apapun. Bila anda memotret matahari secara frontal, maka akan terbentuk cahaya2 lain di sekitarnya, ini disebut flare. Atau bisa juga ini ghosting, istilah lain pembiasan cahaya dalam kaidah fotografi, namun efek ini lebih karena jenis material optik yang kurang baik untuk menangkap cahaya."


Pendapat Ragil ini juga dikemukakan oleh Hawkson dari Blog misteri Hawkson dan ia juga melakukan eskperimen dengan memotret bulan. Hasilnya, UFO Surabaya muncul kembali.


Eksperimen yang hebat! Kalian juga bisa mencobanya dan menciptakan UFO kalian sendiri.

Terima Kasih untuk Ragil dan Hawkson.


Thursday, June 10, 2010

Kisah alien dari planet Ummo

Apakah para alien sudah ada di tengah kita? Pada tahun 1960an, disebutkan kalau mereka benar-benar ada di tengah kita dan bahkan melakukan kontak dengan sekelompok orang terpilih. Para alien ini disebut berasal dari sebuah planet yang bernama Ummo.


Walaupun kisah mengenai ummo secara umum dianggap sebagai sebuah hoax, namun tidak ada salahnya kita sedikit mereview peristiwa unik ini.

Bagaimana semuanya bermula
Kisah ini berawal pada tanggal 6 Februari 1966 di Madrid. Pada hari itu, Mr.Jordan Pena melaporkan kalau ia telah melihat sebuah objek terbang tak dikenal. Objek itu berbentuk bulat dan memiliki tiga kaki. Yang cukup aneh dari objek itu adalah adanya sebuah simbol aneh di permukaannya berupa tiga garis vertikal yang dihubungkan dengan sebuah garis horizontal.

Simbol aneh tersebut mengingatkannya dengan simbol planet Uranus yang ada pada alchemy.


Laporan Mr.Pena menimbulkan sejumlah kehebohan. Namun peristiwa ini ternyata hanya sebuah permulaan dari peristiwa misterius lainnya.

Dokumen-dokumen ummo yang misterius
Tidak lama setelah laporan Mr.Pena muncul ke permukaan, seorang penulis buku mengenai UFO dari Madrid menerima beberapa foto UFO yang deskripsinya persis seperti UFO yang dilihat oleh Mr.Pena.

Tidak sampai disitu, beberapa minggu kemudian, seorang peneliti UFO dari Spanyol lainnya, Fernando Sesma, juga menerima sejumlah dokumen yang disebut berasal dari sebuah ras luar angkasa yang berasal dari planet ummo.

Dalam tempo satu tahun, sejumlah orang berbeda yang kebanyakan berdomisili di Madrid menerima sekitar 150 dokumen lain yang terdiri dari 1.000 halaman yang juga disebut berasal dari kaum ummo.

Setiap dokumen itu memiliki lambang tiga garis vertikal yang terhubung.

Dokumen-dokumen dari kaum ummo ini masih muncul di tahun-tahun berikutnya dan diterima oleh beragam pihak. Beberapa orang bahkan menerima surat, seperti yang diterima ilmuwan Perancis, Jean Pierre Petit.

Dalam surat kepada Petit, kaum ummo menceritakan kalau mereka sebenarnya telah mendarat di bumi pada Maret 1950 di wilayah Digne Les Bains di Perancis selatan. Selain itu, mereka juga menceritakan bagaimana cara mereka menemukan planet bumi, bagaimana mereka mendarat dan jenis bahasa yang mereka gunakan.


Tidak sampai hanya di surat, kaum Ummo juga mengadakan kontak lewat telepon.

Seorang insinyur bernama Enrique Villagrassa Novoa pernah menerima telepon pada tanggal 28 November 1966 dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai seorang ekstra terestrial.

Mereka berbicara selama dua jam mengenai topik-topik yang berhubungan dengan dunia teknik dan sepertinya sang penelepon memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai topik itu.

Kemudian, pada tahun 1967, sepertinya kaum ummo mencoba untuk tampil ke publik.

Pendaratan pesawat induk ummo
Pada musim semi tahun 1967, kaum ummo mengumumkan kalau mereka mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi bumi. Lalu mereka memberitahukan kalau pesawat induk mereka akan mendarat pada tanggal 1 Juni di pinggiran kota Madrid untuk menjemput kaum ummo yang ada di bumi sambil membawa beberapa manusia bumi terpilih ke planet mereka.

Sejumlah orang yang tinggal di Madrid dihubungi oleh kaum ummo lewat surat atau telepon supaya turut menyaksikan peristiwa itu.

Pada tanggal 1 Juni tahun 1967, pesawat itu disebut benar-benar mendarat dan disaksikan oleh sejumlah orang. Maka muncullah foto yang disebut sebagai foto pesawat induk dari kaum Ummo.


Foto ini dipercaya sebagian besar peneliti UFO sebagai hoax (termasuk saya). Tetapi, dokumen-dokumen lainnya yang disebut berasal dari Ummo masih menjadi subjek penelitian beberapa pihak.

Isi dokumen-dokumen Ummo
Pada masa kini, mungkin hanya sedikit ufolog yang benar-benar menganggap serius dokumen-dokumen ummo. Foto-foto yang menyertainya juga sangat mencurigakan. Namun, beberapa peneliti mengakui kalau dokumen atau surat-surat ummo cenderung lebih rumit dibanding sebuah hoax biasa.

Jika memang dokumen-dokumen itu benar-benar sebuah lelucon, maka keberadaan ribuan dokumen dengan isinya yang cukup rumit menunjukkan adanya sebuah usaha yang benar-benar hebat untuk menciptakan rekayasa tersebut.

Mungkin menarik untuk mengetahui apa yang diceritakan oleh kaum ummo di dalam surat-suratnya.

Dalam dokumen-dokumen yang tersebar di berbagai pihak, diceritakan kalau mereka mendarat di bumi tahun pada 1950 untuk meneliti kondisi bumi. Tujuan mereka adalah untuk mempelajari biosfer, atmosfer dan kebudayaan bumi. Ada 4 pria dan 2 wanita yang kemudian ditinggal di planet bumi untuk melakukan penelitian ini. Mereka menyewa rumah di dekat situ dan segera membuat ruang bawah tanah untuk dijadikan markas.

Mereka juga menjelaskan kalau mereka menemukan planet bumi secara kebetulan karena pesan radio dalam bentuk Morse (beberapa sumber menyebutnya bukan morse, melainkan sinyal radio saja) yang dikirim oleh sebuah kapal Norwegia pada 5 Februari 1934. Baru pada tahun 1948 mereka menangkap sinyal tersebut di frekuensi 413,44 megacycles yang kemudian menuntun mereka ke sebuah planet yang dikenal mereka dengan sebutan Ooyagaa (bumi).

Sinyal Morse itu ternyata membutuhkan waktu sekitar 14 tahun untuk sampai ke planet ummo.

Para peneliti menemukan kalau keberadaan kapal Norwegia dan sinyal morse yang dikirim ternyata memang ada dan benar.

Setelah mereka menemukan planet bumi, kaum ummo mengaku kaget dengan adanya kehidupan yang memiliki kecerdasan tinggi di bumi dan memutuskan untuk menyelidikinya. Jadi mereka mengirim sebuah tim kecil untuk mulai mempelajari kondisi bumi lebih mendalam.

Selain itu, mereka juga menjelaskan mengenai sistem planet yang mereka huni, termasuk gravitasi, orbit, jumlah perputaran dan ukurannya. Menurut mereka, planet ummo berjarak 14 tahun cahaya dari planet bumi dan mengorbit bintang yang disebut wolf 424 serta memiliki kebudayaan yang lebih tua dibanding bumi dengan teknologi yang juga lebih canggih.

Walaupun tertarik dengan kehidupan di planet bumi, kaum ummo berjanji tidak akan mengganggu evolusi sosial yang sedang berproses di bumi.

Dalam 15 surat, mereka menjelaskan begitu detail mengenai kondisi planet mereka dengan banyak gambar. Bahkan mereka menceritakan hingga kehidupan sehari-hari seperti perumahan mereka, persediaan makanan, pendidikan, psikologi, perkawinan, pemerintahan hingga konsep mereka mengenai Tuhan.

Bukan itu saja, ada beberapa subjek ilmu pengetahuan yang juga dibahas di dalamnya, seperti astrofisika, kosmologi, network theory, unified field theory, biologi hingga evolusi.


Beberapa informasi sains di dalamnya dianggap para ilmuwan sebagai pseudosains, sedangkan sebagian lagi dianggap sebagai informasi yang akurat.

Siapa yang membuat dokumen ummo?
Benarkah alien telah membuat dan mengirim dokumen-dokumen ini? Saat ini ada sekitar 1.300 halaman dokumen ummo yang diketahui. Namun diperkirakan masih banyak lagi dokumen yang tersebar di berbagai individu di dunia hingga diperkirakan ada total 160.000 halaman dokumen ummo secara keseluruhan.

Kesulitan utama dalam meneliti dokumen ini adalah para penerimanya yang sering tidak membagikan informasi yang mereka dapatkan. Bahkan ada penerima dokumen ummo yang enggan mengumumkannya ke publik, mungkin karena takut ditertawakan.

Pada Juni 2003, sebuah buku mengenai ummo terbit. Namun, sekali lagi, semuanya pun masih serba misterius. Soalnya buku itu ditulis oleh seseorang yang menggunakan nama alias (pseudonim) Jean Pollion. Buku itu berjudul "Ummo, real extraterestrials" dan di dalamnya ia membuat analisis atas pemikiran-pemikiran dan bahasa kaum ummo.

Hingga sekarang, identitas sebenarnya dari Jean Pollion masih belum diketahui.

Siapakah yang membuat dokumen-dokumen ini?

Beberapa orang percaya kalau dokumen ummo adalah bagian dari teori konspirasi yang dibuat oleh badan rahasia seperti CIA atau KGB, walaupun motivasinya tidak bisa dipastikan.

Lain lagi teori seorang penulis bernama Mike Dash. Menurutnya, dokumen-dokumen ummo mungkin telah dibuat oleh sebuah kelompok sosialis untuk menerbitkan pandangan-pandangan radikal mereka yang tidak mungkin bisa dipublikasikan secara legal saat itu karena Spanyol sedang berada di bawah kekuasaan Jenderal Franco yang diktator.

Lalu, ada yang menduga kalau dokumen-dokumen ini dibuat oleh kelompok-kelompok sekte keagamaan. Namun masalahnya, di dalam dokumen tersebut tidak ditemukan adanya doktrin dari kelompok kegamaan manapun.

Karena tidak ada bukti yang konklusif mengenai asal-usul dokumen itu, banyak orang percaya kalau dokumen-dokumen ini adalah sebuah hoax yang mungkin dibuat oleh sekelompok mahasiswa atau ilmuwan dan filsuf, walaupun para penganut teori ini tidak bisa menyebut nama kelompok mahasiswa atau filsuf yang terlibat.

Sebagian penganut teori hoax lainnya percaya kalau dokumen-dokumen ini dibuat oleh Mr.Jordan Pena sendiri. Teori ini dikuatkan oleh klaim Mr.Pena bahwa dialah yang telah menciptakan kehebohan mengenai ummo dengan memberikan laporan penampakan UFO yang palsu. Namun, beberapa orang yang mengenalnya secara pribadi mengakui kalau Mr.Pena tidak memiliki background dan kapasitas intelektual untuk membuat dokumen ummo yang sedemikian rumit.

Jadi siapa yang membuatnya?

Apakah pengirim dokumen-dokumen itu para alien dari planet Ummo?

Dalam salah satu korespondensi dengan penerima dokumen, kaum Ummo menulis:

"Beberapa dari kalian terus mengatakan kalau kami harus memberikan bukti. Berulang kali pula kami mengatakannya kembali, hingga kalian bosan mendengarnya, bahwa kami tidak peduli apakah kalian mempercayai kami atau tidak. Kami bisa beroperasi dengan lebih efektif dalam kondisi tidak dikenal, dan kami tidak akan menjadi naif dengan memperkenalkan diri kami secara terbuka kepada kalian hanya untuk memuaskan keinginan kalian akan sebuah bukti."

Hmm, jika pengirim dokumen itu benar-benar alien dari planet Ummo dan semua alien memiliki pemikiran yang sama seperti mereka, kapankah umat manusia bisa mendapatkan bukti mengenai keberadaan mereka?

Baca juga: Mass Contact - kisah perjumpaan manusia dengan koloni alien.

(allexpert, hubpages, galactic-server.net)

Friday, June 4, 2010

Rekaman UFO Kendari - Penjelasan alternatif

Sebuah objek misterius terekam oleh kamera ponsel seorang pelajar SMP di Kendari. Objek itu persis berada di tengah matahari yang bersinar dengan terang. Apakah objek itu sebuah piring terbang yang tertangkap kamera? ataukah ada penjelasan lain yang lebih masuk akal?


Dibawah ini kutipan dari berita news.id.msn.com tanggal 04 Juni 2010:

KENDARI - Penampakan benda aneh menyerupai piring dikelilingi sinar berwarna pelangi yang terekam kamera ponsel milik salah satu siswa SMP Negeri 9 Kendari, hanya berlangsung sekira 20 detik. Setelah itu, benda asing tersebut lenyap begitu saja.

"Itu nggak sengaja terekam kamera ponsel. Munculnya tiba-tiba selama 20 detik lalu hilang begitu saja," ungkap Wahlidar Adi Putra, salah satu siswa SMP Negeri 9 Kendari kepada okezone, Jumat (4/6/2010).

Menurut dia, penampakan tersebut terekam ponsel milik temannya bernama Ari, secara tidak sengaja. "Saat itu kami berlima iseng merekam pemandangan dekat sekolah. Tapi pas lihat hasil rekamannya muncul benda seperti piring yang dikelilingi cahaya berwarna pelangi," jelas Wahlidar.

Sebelum merekam, kata dia, tidak melihat ada benda tersebut di langit yang kondisinya cerah. "Karena sinar mataharinya yang bikin silau, jadi tak melihat apa-apa. Tapi pas liat rekaman di HP, muncul benda seperti UFO," imbuhnya.

Menurut Wahlidar, kejadian terekamnya benda yang diduga UFO ini pada Rabu lalu sekira pukul 12.00 WIB. "Jadi bikin heboh setelah tayang di televisi," terangnya yang mengaku percaya dan tidak percaya soal UFO karena baru pertama kali mengalami peristiwa itu.

Msn news melampirkan foto objek hitam tersebut. Bentuknya persis seperti piring terbang. Jadi wajar saja kalau masyarakat dibuat heboh olehnya.


Setelah berita ini mulai heboh ditayangkan, betaufo menerima rekaman tersebut dan menguploadnya ke youtube.



(Notes: Di msn news, dikatakan kalau Ari mengatakan mereka ingin merekam pemandangan sekitar sekolah. Namun, di liputan6.com atau di tempointeraktif.com disebutkan kalau mereka berniat merekam matahari yang terlihat memiliki cincin saat itu. Ini menjelaskan mengapa dalam rekaman tersebut hanya terlihat pemandangan matahari. Ketika mereka melihat "ufo" itu di kamera HP, sang anak segera men-zoomnya. Jadi, Saya tidak menganggap dua pemberitaan ini bertentangan karena bisa saja wartawan masing-masing media tidak mengutip seluruh perkataan mereka dengan lengkap. Bukti yang paling penting adalah hasil rekaman itu sendiri)

Sekarang, sekali lagi, pertanyaannya, apakah identitas objek hitam misterius itu?

Terus terang, saya tidak bisa memastikannya. Tapi, saya punya teori dan saya rasa tidak ada salahnya menceritakan teori itu kepada kalian.

Pertama, saya ingin menegaskan kalau saya percaya rekaman tersebut adalah asli dan bukan hasil rekayasa seorang anak SMP. Jadi, yang harus saya lakukan hanyalah mengidentifikasi objek hitam misterius tersebut.

Mari kita lihat karakteristik objek tersebut.

Objek itu terekam dengan sebuah kamera ponsel pada siang hari sekitar jam 12.00 siang dimana matahari bersinar dengan sangat terik. Lalu, Objek itu berwarna hitam dan terlihat menggantung di udara, persis di tengah-tengah matahari. Beberapa komentar pembaca yang saya baca di beberapa media menyebutkan kalau objek itu bergerak. Tetapi, saya tidak melihat adanya pergerakan pada objek itu.

Lalu, petunjuk lain yang menjadi kunci penting adalah, objek itu tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya terlihat ketika mereka melihat ponselnya. Saya kutip kembali Msn news:

Sebelum merekam, kata dia, tidak melihat ada benda tersebut di langit yang kondisinya cerah. "Karena sinar mataharinya yang bikin silau, jadi tak melihat apa-apa. Tapi pas liat rekaman di HP, muncul benda seperti UFO," imbuhnya.

Nah, sekarang, saya akan membeberkan teori saya.

Menurut saya, Objek hitam itu adalah "noda" yang ditimbulkan akibat ketidaksempurnaan exposure kamera.


Saya akan jelaskan maksudnya.

Kamera video ataupun kamera foto memiliki sensor elektronik di dalamnya yang mengubah cahaya menjadi sinyal elektronik. Jika objek yang terekam atau terpotret sangat terang, maka sensor itu akan kewalahan menerimanya, karena itu secara otomatis, pixel yang menerima cahaya berlebihan itu menjadi tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya terbentuklah titik hitam di objek itu.

Ini menjelaskan mengapa anak itu tidak bisa melihat objek hitam itu dengan mata telanjang. Mereka hanya bisa melihat objek itu lewat kamera ponsel. Jika objek hitam itu adalah sebuah objek besar yang sedang terbang di udara, maka saya yakin mereka akan bisa melihatnya dengan mata telanjang.

Justru karena objek itu hanya terlihat lewat ponsel, maka kita bisa menyimpukan kalau objek itu adalah sesuatu yang berasal dari ponsel itu sendiri. Bukankah begitu?

Kemudian, Titik hitam pada kamera itu akan terbentuk di wilayah yang paling terang dari sebuah objek, dalam hal ini adalah di TENGAH matahari.

Ini juga menjelaskan mengapa objek hitam itu selalu terlihat berada di tengah matahari, bahkan ketika kamera bergeser-geser.


Jika objek tersebut adalah sebuah pesawat yang sedang terbang di udara, maka saya rasa posisinya tidak akan selalu persis berada di tengah matahari.

Fenomena ini bisa terjadi pada saat matahari bersinar dengan terik, yaitu pada siang hari. Ini juga konsisten dengan waktu pengambilan rekaman, yaitu siang hari sepulang sekolah, sekitar jam 12.00 siang dimana matahari berada posisi paling terik.

Pada posisi matahari terbenam dan tenggelam, anomali ini biasanya tidak terjadi karena intensitas cahaya yang dihasilkan tidak cukup kuat (kecuali untuk beberapa jenis kamera). Analoginya sama seperti kaca pembesar. Kita bisa membakar kertas dengan cahaya matahari menggunakan kaca pembesar hanya ketika siang hari ketika matahari bersinar sangat terik.

Fenomena ini pada umumnya telah dikenal dengan baik oleh mereka yang biasa menggunakan kamera. Saya pun menemukan informasi ini lewat forum-forum fotografi.

Ini contoh lainnya dari fenomena ini:


Nah, sekarang, kalian mungkin akan bertanya kepada saya: "Tetapi Brother enigma, anda melupakan sesuatu yang penting, yaitu bentuk objek tersebut yang terlihat seperti piring terbang, bagaimana brother menjelaskannya?"

Saya tidak melupakannya. Memang ini adalah karakteristik yang membuat banyak orang berspekulasi kalau objek tersebut adalah sebuah piring terbang.

Mengenai bentuknya yang unik, ini jawaban saya:

Menurut saya, objek itu terlihat berbentuk seperti piring terbang karena refleksi cahaya matahari, jadi sejenis tipuan mata.

Saya akan tunjukkan alasannya.

Lihat kembali rekaman di atas. Perhatikan bentuk objek itu pada detik ke-0 hingga detik ke-7, kalian bisa melihat kalau objek itu berubah-ubah bentuk dari piring terbang menjadi bulat ketika pemegang kamera menggeser posisinya sedikit.


Lihat, Di bawah ini adalah screenshot pada detik ke-6. "Cincin saturnus" pada objek tersebut terlihat menghilang begitu saja persis seperti refleksi cahaya.


Jika objek hitam tersebut adalah sebuah pesawat atau benda lain, maka saya rasa bentuknya tidak akan berubah drastis hanya karena sedikit menggeser posisi kamera. Jadi, bentuk piring terbang tersebut hanyalah sebuah faktor kebetulan yang diakibatkan oleh refleksi cahaya matahari yang masuk ke kamera.

Demikianlah teori dari saya.

Saya tidak menganggapnya sebagai kesimpulan yang pasti benar, karena itu, saya pun menunggu pendapat para ahli.

(askville.amazon.com, dvxuser.com, appliedcolorscience.com)


Komentar Pilihan



m.agn said...


M. Agn,

Sekedar perkenalan bung enigma. profesi saya dosen videografi.. penjelasan diatas secara teknis proses kerja kamera karena over exposure, saya setuju..


Kejanggalan lain yang bung enigma jelaskan mengenai penjelasan mereka untuk mengambil gambar sekitar sekolah sama sekali tidak sinkron dengan gambar yang diambil. Yang nyata jelas interest mereka ada pada titik pada matahari!!! tidak menyadari blackspot tapi terus merekamnya!!!! anehhhh...


Yang lebih aneh media tidak menganalisa terlebih dahulu sebelum memberitakan....

seperti masalah buaya raksasa... mereka justru seringkali melahirkan opini bukan fakta... gawat!!!

Mungkin suatu hari bung enigma bisa jadi guest di sebuah program acara tv untuk meluruskan kesalahan2 semacam ini..jadi artis dong!! mantap bung enigma..


June 6, 2010 12:31 AM




Afrianto Akhadi RJ said...


Yups setuju, blank spot!! that's it... CCD lama atau CCD murah utk HP selalu meninggalkan blank spot apabila terjadi OE (over exposure, cahaya berlebih yang mengenai sensor), karena mereka/CCD murah tersebut hanya mengandalkan jendela rana (blade) saja yang terkadang tidak bisa mengunci secara penuh apabila diterpa cahaya / OE, tanpa filter Infra Red pula, jadi pasti blank spot akan terjadi, apalagi sekarang banyak HP yang murah dengan sensor kamera murah apa adanya, great job Bung Enigma.... salam


June 6, 2010 3:35 PM


Thursday, June 3, 2010

The Black Dahlia Murder - Kisah pembunuhan Elizabeth Short

Dalam sejarah Los Angeles, ada satu pembunuhan yang menarik perhatian begitu luas. Bahkan setelah 60 tahun berlalu, kasus ini secara resmi dianggap sebagai tidak terpecahkan. Korbannya cuma satu orang, namun karakteristik pembunuhan ini begitu keji sehingga kasus ini mendapat tempat khusus di media. Kasus ini disebut pembunuhan Black Dahlia.


(Warning: Tulisan ini memiliki deskripsi yang kurang menyenangkan dan saya juga minta maaf kalau tulisan ini terlalu panjang)

Mayat terpotong di lahan kosong
15 Januari 1947, Betty Bersinger berjalan keluar dari rumahnya di Los Angeles sambil membawa anak perempuannya yang masih berusia 3 tahun menuju sebuah toko sepatu. Ketika sampai di Leimert Park di dekat sudut Norton 39th, Betty dan putrinya melewati beberapa bidang lahan kosong yang ditumbuhi semak-semak.

Tidak berapa lama kemudian, mata Betty terpaku pada sesuatu berwarna putih di dekat semak-semak. Benda itu terlihat seperti sebuah manekin dari departemen store yang telah terpotong dua. Dipenuhi rasa ingin tahu, Betty mendekati objek itu. Sesaat kemudian, ia terkesiap menyaksikan apa yang disangkanya manekin ternyata mayat seorang wanita berkulit putih yang telah terpotong dua.

Polisi segera dihubungi dan beberapa waktu kemudian, dua orang polisi bernama Frank Perkins dan Will Fitzgerald tiba di lokasi.

Kondisi Mayat
Mayat wanita itu terbaring telentang dengan lengan yang terangkat di atas bahunya. Kedua kakinya terbuka lebar dalam pose yang vulgar. Luka robek dan lecet memenuhi seluruh tubuhnya. Mulutnya disobek sehingga senyumnya melebar dari telinga satu ke telinga yang lain. Pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan lehernya, terlihat adanya bekas jeratan tali sehingga para penyelidik menyimpulkan kalau ia telah diikat dan disiksa selama beberapa hari.

Namun, apa yang paling mengerikan dari mayat ini adalah kenyataan kalau tubuhnya telah disembelih dengan rapi di atas pinggang sehingga terbelah dua.

Polisi menyimpulkan kalau ia telah dibunuh di suatu tempat dan mayatnya dibuang ke tempat itu pada malam hari. Ini terlihat dari tidak adanya darah pada tanah dan mayat itu. Sang pembunuh mungkin telah membersihkan mayat itu sebelum dibuang ke tanah kosong.

Kasus mutilasi mengerikan ini dengan segera menjadi prioritas utama kepolisian Los Angeles (LAPD) yang kemudian menugaskan detektif Harry Hansen dan partnernya Finis Brown untuk segera menyelidiki kasus itu.

Ketika kedua detektif itu tiba di lokasi, mereka menemukan tempat kejadian perkara telah dipenuhi oleh pejalan kaki dan reporter yang meliput. Hansen segera membubarkan massa untuk mengamankan barang bukti yang mungkin tercecer di tempat itu.

Tetapi, di lokasi itu, mereka tidak menemukan adanya senjata pembunuh ataupun jejak kaki.

Situasi Leimert Park ketika mayat ditemukan

Setelah selesai diperiksa di tempat, mayat wanita itu segera dibawa ke kamar mayat. Sidik jarinya dikirim ke kantor FBI di Washington untuk diidentifikasi. Sementara menunggu hasil pemeriksaan FBI, petugas otopsi memeriksa mayat itu dan mereka kembali menemukan beberapa detail mengerikan lainnya.

Pada mayat itu ditemukan banyak cabikan di wajah, kepala dan tubuhnya. Lalu, terlihat adanya tanda-tanda sodomi dan pemerkosaan walaupun tidak ditemukan adanya sperma di dalam tubuhnya.

Begitu mengerikannya kondisi mayat ini sehingga bahkan dokter dan detektif yang paling tabah sekalipun dibuat syok olehnya.

Tidak berapa lama kemudian, hasil pemeriksaan FBI terhadap sidik jari mayat itu tiba di kantor LAPD. Perempuan yang dibunuh itu ternyata bernama Elizabeth Short, 22 tahun, yang berasal dari Massachusetts.

Setelah identitas korban diketahui, para detektif segera mengerahkan upayanya untuk menggali informasi mengenai perempuan ini supaya dapat menemukan petunjuk yang mungkin bisa mengarah kepada sang pembunuh.

Namun, mereka tidak menyangka kalau apa yang akan ditemukan berikutnya ternyata malah menjadi teka-teki yang membingungkan.

Siapa Elizabeth Short
Elizabeth Short lahir tanggal 29 Juli 1924 di Hydepark, Massachusetts. Beth yang masih muda kemudian pindah ke Hollywod untuk mengejar karir di bidang perfilman.

Ia dikenal sebagai perempuan yang gampang bergaul dan memiliki banyak kenalan. Wajahnya yang cantik membuatnya sering menarik perhatian para pria, bahkan di Holywood sekalipun dimana kecantikan adalah hal yang biasa.

Di Hollywood, Beth mulai berkenalan dengan banyak orang dari kalangan sosialita kelas atas. Salah satu pria yang kemudian menjadi teman baiknya adalah Mark hansen, seorang pemilik klub malam dan teater.

Hansen lalu mengajak Beth pindah ke rumahnya bersama sejumlah artis lainnya. Kadang para artis ini menjadi penghibur bagi tamu-tamu yang datang ke klub Hansen. Dengan segera, Beth menjadi bagian yang tetap dalam kelompok Hansen. Kondisi ini cukup menguntungkan baginya karena karirnya di film tidak berkembang.

Pada masa itu, film "The Blue Dahlia" yang diperankan Veronica Lake dan Alan Ladd beredar di masyarakat. Beberapa teman Beth mulai memanggilnya dengan sebutan Black Dahlia karena rambut hitamnya kesukaannya mengenakan pakaian hitam.

Siapa yang membunuh Beth?
Setelah kasus pembunuhan Beth tersebar luas di media, ada sekitar 60 pria dan wanita maju ke publik dan mengaku sebagai pembunuh sebenarnya. Namun, pengakuan-pengakuan ini tidak disertai oleh bukti yang bisa diverifikasi oleh pihak kepolisian sehingga semua pengakuan ini dianggap hanya sebagai usaha mencari sensasi.

Pada masa itu, kasus pembunuhan Black Dahlia adalah kasus penyelidikan kriminal terbesar yang pernah dilakukan LAPD sejak kasus pembunuhan Marion Parker yang terjadi pada tahun 1927. Karena besarnya skala penyelidikan ini, LAPD mendapatkan bantuan ratusan petugas dari badan lainnya.

Beberapa hari setelah penemuan mayat mayat Beth, polisi mendapatkan sebuah paket misterius yang mungkin berasal dari sang pembunuh sendiri.

Paket itu tiba di kantor harian Los Angeles Examiner yang segera diteruskan ke polisi. Di dalamnya ditemukan sebuah catatan yang terbuat dari guntingan-guntingan koran yang bertuliskan "Ini adalah barang-barang kepunyaan Dahlia...surat akan menyusul".


Di dalam kotak itu juga ditemukan kartu jaminan sosial kepunyaan Beth, akte kelahiran, foto Beth dengan rekan-rekannya, kartu nama dan nota klaim untuk koper yang tertinggal di depot bus. Barang lain yang cukup menarik adalah buku alamat milik Mark hansen yang beberapa halamannya telah hilang.

Polisi mencoba untuk mencari sidik jari dari kotak dan barang-barang yang ada di dalamnya, namun ternyata semua barang tersebut telah dicuci dengan minyak tanah untuk membersihkannya dari sidik jari.

Para detektif lalu memulai tugas berat untuk menyelidiki semua nama yang ada di buku alamat Hansen. Surat menyusul yang dijanjikan sang pembunuh memang tiba, namun tanpa petunjuk yang berarti.

Karena kompleksnya kasus ini, para detektif memulai penyelidikan ini dengan menganggap setiap orang yang mengenal Beth sebagai tersangka pembunuhan. Ratusan orang masuk ke dalam daftar tersangka dan ribuan orang diwawancarai untuk mencari petunjuk yang bisa mengarah kepada pembunuh sadis itu.

Jika melihat kondisi mayat yang mengerikan, ada dua kemungkinan mengenai sang pembunuh.

Pertama, sang pembunuh adalah orang yang mengenal Beth dan mungkin telah membunuhnya karena dendam. Memang, pada kasus pembunuhan dimana mayat korban dirusak dengan kejam, pada umumnya, pelakunya memang orang yang mengenal korban.

Karena itu, orang-orang yang mengenal Beth seperti Mark Hansen diperiksa satu persatu. Namun, mereka tidak menemukan bukti yang bisa mengarah kepada pelaku pembunuhan.

Sedangkan kemungkinan kedua adalah pembunuh berantai. Teori pembunuh berantai memang teori yang paling populer dan dalam 60 tahun terakhir ini, beberapa peneliti independen telah mencoba melakukan penyelidikannya sendiri dan menghasilkan beberapa kesimpulan yang cukup kuat.

Selama 60 tahun terakhir ini, paling tidak ada 24 tersangka yang dianggap paling mungkin melakukan pembunuhan Black Dahlia, namun, saya hanya akan membahas beberapa nama yang paling populer.

Cleveland Torso Murder
Pada tahun 1930an, sebelum pembunuhan Beth, ada seorang pembunuh berantai yang meneror Cleveland. Pembunuh itu dikenal dengan julukan "Mad Butcher of Kingsbury Run". Julukan terhadap kasusnya adalah "Cleveland Torso Killer". Julukan ini didapatkan karena seluruh korban dimutilasi dengan sayatan yang rapi, persis seperti Beth.

Kasus pembunuhan ini ditangani langsung oleh Elliot Ness yang legendaris. Ness dikenal sebagai aparat yang berhasil menangkap dan memenjarakan mafia kelas kakap Al Capone.

Walaupun ditangani secara langsung oleh Ness, kasus pembunuhan Cleveland tetap tidak bisa dipecahkan. Jadi, wajar jika banyak orang percaya kalau pelaku pembunuhan dalam kedua kasus ini dilakukan oleh orang yang sama.

Mungkinkah pembunuh dari Cleveland itu pindah ke California dan membunuh Beth?

George Knowlton
Pada tahun 1995, seorang penulis bernama Janice Knowlton menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Daddy was the Black Dahlia Killer".

Dalam bukunya, ia memiliki teori kalau ayahnya yang bernama George Knowlton adalah sang pembunuh Black Dahlia. Namun, para penyelidik menolak teorinya karena mereka menganggap Janice hanya mengeluarkan teorinya berdasarkan ingatan yang depresi, mengingat ayahnya suka menganiayanya secara seksual sejak kecil.

George Hodel
Selain Janice Knowlton, ada satu orang lagi yang juga menulis buku yang menuduh ayahnya sebagai Black Dahlia Killer. Ia adalah Steve Hodel, seorang detektif bagian pembunuhan di LAPD.

Buku yang ditulisnya berjudul "Black Dahlia Avenger" dan terbit tahun 2003. Di dalamnya ia menuduh sang ayah, Dr.George Hodel, yang juga seorang ahli bedah, sebagai pembunuh Black Dahlia.

"Apa yang saya mengejutkan saya adalah adanya kemungkinan kalau pembunuhnya adalah seorang dokter bedah." Kata Steve. "Bukan sekedar pemotong daging, bukan tukang jagal hewan, melainkan seorang ahli bedah yang terampil."

Dr. Mark Wallack, seorang ahli bedah di Rumah sakit St Vincent di New York, yang melihat foto kondisi mayat Beth sebelum dan sesudah otopsi, juga percaya dengan pendapat Steve.

"Ketrampilan seperti ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki pengalaman dalam pembedahan." Kata Wallack. Ia juga percaya kalau pembunuhnya adalah seorang dokter.

Selain itu, Steve juga menemukan kalau ayahnya ternyata pengidap kelainan seksual Sadistic misogynist yang telah melakukan hubungan incest dengan anaknya sendiri, Tamar, saudara tiri Steve.

Steve juga percaya kalau beberapa kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan lainnya mungkin dilakukan oleh ayahnya, seperti "Red Lipstick Murder", yaitu pembunuhan terhadap Jeanne French yang mayatnya ditemukan satu bulan setelah Beth dengan huruf BD tertulis dengan lipstik merah di tubuhnya. Mayat French juga ditemukan di lahan kosong.

Namun, mungkin yang paling luar biasa adalah teori Steve kalau ayahnya juga adalah Zodiac Killer yang legendaris. Zodiac Killer adalah pembunuh berantai yang beroperasi di California pada tahun 1960an. Jumlah korbannya yang bisa diverifikasi adalah 7 orang, walaupun Zodiac sendiri mengaku telah membunuh 37 orang. Kasus Zodiac juga termasuk ke dalam kategori Tidak Terpecahkan.

Teori Steve ini cukup luar biasa, tetapi sepertinya ia punya dasar yang cukup kuat. Foto George Hodel ternyata sangat mirip dengan sketsa wajah Zodiac Killer yang dirilis oleh pihak kepolisian pada tahun 1960an.

Teori Hodel belum mendapat pengakuan dari LAPD dan bahkan dianggap mengada-ngada oleh banyak pihak. Walaupun begitu, teorinya cukup mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, seperti deputi jaksa wilayah, Steve Kay, dan penulis buku mengenai Black Dahlia bernama James Ellroy.

Jika pembunuh Black Dahlia, Red Lipstick Murder dan Zodiac Killer ternyata orang yang sama, maka bukan tidak mungkin kalau pengakuan Zodiac mengenai jumlah korbannya benar adanya.

Arnold Smith
Pada tahun 1981, puluhan tahun setelah pembunuhan itu terjadi, ada satu petunjuk penting mengenai kasus ini muncul ke permukaan. Waktu itu, seorang detektif LAPD bernama John St.John menerima informasi mengenai kasus Black Dahlia dari seorang informan.

St.John dikenal sebagai detektif hebat yang telah menangani banyak kasus pembunuhan. Bahkan kisah hidupnya telah menjadi inspirasi bagi buku dan film seri di televisi.

Suatu hari, seorang informan datang kepadanya dan memberikan sebuah rekaman pengakuan dari seseorang yang bisa jadi sang pembunuh Black Dahlia sendiri. Pria di dalam rekaman itu juga menunjukkan kepada sang informan beberapa foto dan barang-barang pribadi yang diklaimnya sebagai milik Beth.

Pria itu bernama Arnold Smith. Dalam rekaman itu, Smith mengklaim kalau rekannya yang bernama Al Morrison yang juga seorang pelaku kejahatan seksual telah membunuh dan memutilasi Beth.

Arnold Smith

St.John percaya kalau Arnold Smith dan Al Morrison adalah pria yang sama.

Selain pengakuan, rekaman itu juga menceritakan detail bagaimana Beth dibunuh. Smith bercerita kalau Beth datang ke kamar Al Morrison di Hollywood karena ia tidak punya tempat untuk menginap. Morrison lalu membawa Beth ke sebuah rumah di East 31st dekat San pedro dan mengajaknya berhubungan seks yang kemudian ditolak oleh Beth.

Morrison menjadi marah dan menganiaya Beth yang kemudian berujung pada pembunuhan dan mutilasi terhadap Beth.

Informasi ini bocor ke pers. Media dihebohkan dengan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus Black Dahlia. Akibatnya, Arnold Smith malah menghilang dan tidak bisa dihubungi, mungkin karena ketakutan. Informan St.John tidak mengetahui dimana ia tinggal, namun ia meninggalkan beberapa pesan untuk Smith supaya bisa bertemu. Akhirnya pesan itu dibalas dan Smith bersedia bertemu.

Namun, pertemuan yang mungkin bisa menjadi kunci pemecahan kasus itu tidak pernah terjadi.

Beberapa hari sebelum pertemuan itu, Smith ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan di atas tempat tidurnya di Holland Hotel. Smith diduga merokok ketika ia tertidur sehingga tubuhnya terbakar habis bersama tempat tidurnya dan dokumen-dokumen lainnya yang diduga milik Beth.

Kematian Smith memang agak mencurigakan, namun polisi tidak menemukan bukti adanya kejahatan di dalam peristiwa itu. Misteri di dalam misteri.

Dengan kematian Smith, salah satu kunci yang mungkin bisa memecahkan misteri Black Dahlia lenyap untuk selama-lamanya.

Mungkinkah Arnold Smith pembunuh Black Dahlia yang sesungguhnya?

Sayang kita tidak bisa mengetahuinya.

Walaupun banyak petunjuk dan teori baru bermunculan, setelah lebih dari 60 tahun, pihak LAPD masih mengkategorikan kasus ini sebagai "Unsolved - tidak terpecahkan". Namun, kasus ini masih menarik perhatian para peneliti independen. Mungkin dalam tahun-tahun berikutnya, kita akan mendengar teori-teori baru lainnya.

(wikipedia, bethshort.com, cbsnews.com, latimes.com)

Monday, May 31, 2010

Misteri Chase Vault - peti mati berpindah Barbados

Di Barbados, ada sebuah makam yang bernama Chase Vault. Makam ini tidak seperti makam biasa yang kita kenal. Bangunannya besar dan bisa memuat banyak peti mati di dalamnya. Namun, misterinya bukan disitu. Ada peristiwa aneh yang terjadi pada makam ini. Sepertinya, peti-peti mati yang ditaruh di dalamnya bisa berpindah dengan sendirinya.


Misteri ini dikenal dengan nama peti mati berpindah Barbados dan sudah menjadi subyek tulisan beberapa peneliti.

Kisahnya dimulai pada tahun 1724.

Pada tahun itu, seorang pria bernama James Elliot membangun sebuah makam bawah tanah yang besar. Pintu makam itu terbuat dari sebuah marmer besar yang berat dan dirancang dengan cara yang khusus. Saking beratnya batu itu, dibutuhkan sekitar 6-7 orang untuk menggesernya.

Chase Vault

Ketika makam itu ditutup, celah pada marmer besar itu akan disemen sehingga tidak gampang untuk dibuka. Jika suatu hari pintu makam itu hendak dibuka kembali untuk menguburkan seseorang, maka semen tersebut harus dikikis kembali. Setelah proses pemakaman selesai, marmer itu digeser dan harus disemen kembali.

Demikianlah makam itu dirancang sedemikian rupa.

Bagian Dalam Chase Vault

Walaupun telah bersusah payah membangunnya, Elliot tidak pernah dimakamkan di tempat itu. Tempat itu dibiarkan kosong hingga tanggal 31 Juli 1807 ketika Mrs.Thomasina Goddard dimakamkan di tempat itu. Jenazah Mrs.Goddard diletakkan di dalam sebuah peti mati kayu.

Pada tahun 1808, makam itu dibeli oleh keluarga Chase, salah satu keluarga yang kaya raya dan disegani di Barbados. Karena perubahan kepemilikan itu, makam itu itu kemudian diberi nama Chase Vault yang artinya Makam keluarga Chase.

Thomas Chase, pemimpin keluarga Chase, adalah salah seorang yang paling dibenci di Barbados. Menurut salah satu catatan di people's almanac:

"Kepala keluarga itu adalah seseorang yang memiliki tabiat yang jahat, ia begitu kejam terhadap budak-budaknya sehingga mereka sering mengancam akan membunuhnya."

Pada tanggal 22 Februari 1808, anak bungsu Thomas yang bernama Mary Ann Chase yang baru berusia 2 tahun meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Chase Vault untuk dimakamkan.

Pintu makam itu dibuka, Peti mati Mary Ann yang terbuat dari timah yang berat kemudian dibawa masuk ke dalamnya dan ditaruh disamping peti mati Mrs.Goddard.

Pintu Chase Vault pun ditutup kembali dengan marmer besar itu dan disemen.

Setelah kematian Mary Ann, perlahan-lahan, Chase Vault mulai diisi oleh jenazah anggota keluarga Chase lainnya.

Pada tanggal 6 Juli 1812, hanya 5 tahun setelah kematian Mary Ann, Anak Thomas lainnya yang bernama Dorcas Chase, juga meninggal. Beberapa orang mengatakan kalau Dorcas telah bunuh diri dengan cara mogok makan karena depresi dengan ayahnya.

Mayat Dorcas dibawa ke Chase Vault dan peti matinya yang juga terbuat dari timah yang berat diletakkan di tempat itu bersama peti mati Mrs.Goddard dan Mary Ann.

Hanya beberapa minggu setelah penguburan Dorcas, Mr.Thomas Chase, sang kepala keluarga, meninggal dunia karena bunuh diri. Mayatnya ditaruh ke dalam peti timah seberat 108 kilogram dan dibawa ke Chase Vault.

Inilah awal dari misteri yang membingungkan.

Ketika pintu makam itu dibuka, para pengurus pemakaman kaget karena menemukan peti-peti mati yang sudah ada di dalamnya berada pada posisi yang tidak semestinya. Peti mati Mary Ann Chase telah bergeser ke sudut lainnya.

Anggota keluarga Chase yang melihat itu menjadi sangat marah dan mengira ada penjarah makam yang telah mengacaukan peti-peti mati itu. Namun, mereka tidak menemukan benda apapun yang hilang dari makam itu.

Peti mati Mary Ann kemudian dikembalikan ke posisi semula dan pintu Chase Vault kembali ditutup.

Tetapi, misteri itu tidak berakhir disini.

Pada tanggal 25 September 1816, empat tahun setelah pemakaman Thomas Chase, makam itu kembali dibuka. Kali ini untuk menampung jenazah Charles Brewster Ames yang berusia 11 tahun.

Sekali lagi, mereka menemukan semua peti mati telah berpindah tempat, termasuk peti mati Thomas Chase yang sangat berat. Satu-satunya peti mati yang tidak berubah posisi hanyalah peti mati kayu milik Mrs.Goddard.

Petugas pemakaman kemudian memerintahkan agar peti-peti mati itu dikembalikan ke posisinya yang semula. Saking beratnya peti mati Thomas Chase, dibutuhkan delapan pria untuk memperbaiki posisinya.

Pintu masuk Chase Vault kembali ditutup rapat.

52 hari kemudian, tepatnya tanggal 17 November 1816, pintu Chase Vault kembali dibuka. Kali ini untuk menerima jenazah Samuel Brewster Ames.

Sekali lagi, para pengurus pemakaman menemukan peti-peti mati di dalamnya telah berubah posisi. Dan sama seperti sebelumnya, peti mati kayu Mrs.Goddard adalah satu-satunya peti mati yang tidak berpindah tempat.

Jadi, untuk ketiga kalinya mereka mengembalikan semua peti mati itu kembali ke posisinya yang semula.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 17 Juli 1819, makam itu kembali dibuka untuk menerima jenazah Thomasina Clark. Berbeda dengan peti mati sebelumnya, jenazah Clark ditaruh di dalam peti mati kayu.

Ketika pintu makam dibuka, mereka kembali menemukan peti-peti mati di dalamnya berada dalam posisi yang berantakan.

Empat kejadian misterius ini kemudian menarik perhatian gubernur Barbados, Lord Combermere, yang disebut-sebut turut menghadiri pemakaman Clark.

Sang Gubernur kemudian memerintahkan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap makam itu. Namun tidak ditemukan satupun tanda-tanda perusakan ataupun jalan rahasia menuju makam itu.

Jadi, peti-peti mati itu kembali disusun seperti semula.

Peti mati Mr.Goddard yang terbuat dari kayu telah mengalami lapuk yang luar biasa sehingga orang-orang mengikat peti itu dengan tali untuk mencegahnya lepas berantakan dan kemudian menaruhnya di sudut bersentuhan dengan dinding.

Setelah itu, pasir ditaburi ke lantai makam untuk mendeteksi adanya jejak kaki.

Lalu, pintu Chase Vault kembali ditutup. kali ini bukan hanya ditutup, Lord Combermere bahkan menyegel pintu makam itu dengan segel gubernur.

Tanggal 18 April 1820, delapan bulan setelah penguburan Thomasina Clark, Chase Vault kembali dibuka, bukan untuk menerima jenazah baru, melainkan untuk memenuhi permintaan Lord Combermere yang ingin tahu kondisi di dalam makam.

Ketika pintu makam dibuka, Sekali lagi, semua peti mati di dalamnya telah berpindah posisi. Dan sama seperti sebelum-sebelumnya, peti mati kayu Mrs.Goddard adalah satu-satunya yang tidak berpindah.

Posisi sebelum

Posisi setelah diperiksa

Tidak terlihat adanya jejak kaki di pasir di lantai makam.

Bagaimana peti-peti mati itu bisa berpindah?

Mereka yang memeriksanya tidak menemukan tanda-tanda kalau ini adalah ulah tangan manusia. mereka juga tidak menemukan adanya sisa-sisa genangan air atau banjir yang mungkin bisa menggeser peti-peti mati itu. Beberapa orang mengajukan kemungkinan gempa bumi, tetapi dalam rentang waktu itu, tidak terjadi gempa bumi di Barbados.

Karena penyelidikan yang dilakukan tidak membawa hasil apapun, keluarga Chase memutuskan untuk tidak menggunakan makam itu lagi. Chase Vault kemudian diabaikan begitu saja dan peti-peti mati yang ada di dalamnya dipindahkan dan dikuburkan di tempat lain.

Makam itu masih ada hingga sekarang dan dibiarkan kosong.

Kisah mengenai peti mati berpindah Barbados ini pertama kali dipublikasikan oleh Sir JE Alexander dalam bukunya yang berjudul "Transatlantic Sketches" yang terbit tahun 1833. Setelah itu, masih ada beberapa tulisan lagi yang menceritakan kisah mengenai misteri ini.

Pada Desember 1907, Andrew Lang, seorang peneliti kisah-kisah rakyat dari Inggris mencoba untuk meneliti kebenaran kisah ini. Ia menyusuri sejumlah dokumen yang berasal dari Barbados, termasuk catatan pemakaman dan surat kabar setempat.

Lang tidak bisa menemukan adanya berita mengenai fenomena ini di surat kabar ataupun catatan pemakaman pada waktu peristiwa ini disebut terjadi. Namun, ia menemukan ada satu catatan yang tidak dipublikasikan yang berasal dari Nathan Lucas yang mengaku menjadi saksi saat Chase Vault dibuka untuk terakhir kalinya pada tahun 1820.

Lang, tidak bisa memberikan kesimpulan pasti.

Usaha penelitian yang berikutnya datang dari penulis modern bernama Joe Nickell lewat bukunya "Barbados restless coffins laid to rest" yang terbit tahun 1982.

Nickell percaya kalau peristiwa peti mati berpindah itu sama sekali tidak pernah terjadi. Menurutnya, kisah ini hanyalah sebuah Masonic Hoax.

Maksudnya adalah, kisah ini hanya sebuah alegori yang berisi kisah mengenai ruang rahasia yang menurut teks Masonic merupakan misteri purba, simbol kematian dimana kebenaran Ilahi bisa ditemukan.

Nickell menghubungkan kisah peti mati berpindah dengan misteri harta karun pulau Oak yang juga dipercaya sebagai Masonic Hoax lainnya.

Sama seperti Alegori Masonic lainnya, kisah ini dipercaya hanya dibuat oleh para Mason sebagai sebuah kisah simbolis yang tidak pernah terjadi di dunia nyata dan hanya ditujukan sebagai pengajaran bagi para anggota Freemason lainnya.

Nickell juga mengutip bukti yang berasal dari perkataan Lucas:

"Aku sudah memeriksa seluruh dindingnya, lengkungannya dan setiap bagian dari Chase Vault dan menemukan kalau setiap bagian telah berusia tua dan mirip; dan seorang Tukang batu (Mason) di dekatku memukul setiap bagian bawah makam itu dengan palunya, dan ternyata semuanya padat."

Salah satu kutipan mengenai suara palu ini bisa ditemukan di Macoy's Illustrated History and Encyclopedia of Freemasonry dimana dikatakan kalau para Mason menghormati dentuman suara palu sang Master yang melambangkan otoritas.

Masih menurut Nickell, Penggunaan kata "Mason" untuk menyebut tukang batu oleh Lucas cukup menarik. Nickell menduga kalau Lucas sendiri adalah seorang Mason yang berpartisipasi dalam pembuatan alegori itu.

Nickell juga percaya kalau para Mason ternama lainnya ikut berpartisipasi dalam kisah alegori ini dan membantu menutup-nutupinya, seperti Sir Arthur Conan Doyle yang pernah membahas soal Chase Vault pada artikel tahun 1919 di surat kabar "The Strand". Dalam artikel itu, Doyle menggunakan kata "Effluvia" yang berarti kuburan.

Kata itu, umumnya hanya dimengerti oleh para Mason.

Teori Nickell dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai misteri ini.

Namun, luar biasanya, walaupun kisah ini dianggap sebagai hoax, misteri serupa disebut pernah terjadi di makam di Stanton, Suffolk, dan di pemakaman Lutherian di pulau kecil Oesel di laut Baltik. Kedua misteri tersebut sama-sama terjadi pada abad ke-19 dan sama-sama belum terpecahkan.

(wikipedia, carribbeantravelforums.com)

Friday, May 28, 2010

Misteri Philadelphia Experiment

Menurut legenda, pada musim gugur tahun 1943, sebuah kapal perang milik angkatan laut Amerika tanpa sengaja mengalami teleportasi dari Philadelphia ke Norfolk, Virginia, yang berjarak 200 mil jauhnya. Peristiwa ini disebut merupakan efek samping dari sebuah eksperimen yang dikemudian hari disebut Philadelphia Experiment.


Kisah mengenai Philadelphia Experiment umumnya dipercaya sebagai sebuah Hoax. Namun, beberapa aspek dari kisah ini sepertinya memberikan bahan bakar yang cukup untuk para penganut teori konspirasi. Jadi, mari kita mereview kembali peristiwa misterius ini.

Kisah Philadelphia Experiment pertama kali dimulai dua orang, yaitu Morris K Jessup dan Carlos Allende. Carlos Allende yang mengaku sebagai saksi mata eksperimen itu menceritakannya kepada Jessup. Dan selanjutnya, kisah Philadelphia Experiment menyebar hingga menjadi salah satu legenda yang berkembang di Masyarakat.

Kisah ini dilatarbelakangi oleh kondisi dunia pada masa perang dunia.

Unified Field Theory
Pada awal tahun 1930an, Universitas Chicago menyelidiki kemungkinan membuat sebuah objek menjadi tidak tampak (invisible) lewat penggunaan medan listrik. Prinsip di belakang kemungkinan ini adalah Unified Field Theory yang dikemukakan oleh Albert Einstein.

Einstein dan perwira angkatan laut (Princeton, 24 Juli 1943)

Teori ini percaya kalau gravitasi dan elektromagnetik memiliki hubungan, sama seperti hubungan antara massa dan energi. Namun, teori ini dianggap belum terpecahkan karena tidak ada satupun ilmuwan yang bisa mendapatkan persamaan matematis untuk menjelaskannya.

Apabila teori ini dapat diaplikasikan, maka banyak yang percaya kalau kita dapat menggunakan sebuah generator besar untuk membengkokkan cahaya di sekeliling sebuah objek sehingga membuatnya menjadi tidak tampak (invisible).

Tahun 1939, proyek universitas Chicago itu dipindahkan ke Princeton's Institute of Advanced Studies, tidak jauh dari Philadelphia. Di tempat ini, para peneliti mempresentasikan hasil penemuan mereka kepada militer Amerika yang tertarik pada aplikasinya di medan perang.

Saat itu, dunia berada dalam keadaan perang. Tentu saja, militer setiap negara berlomba untuk menciptakan senjata terhebat yang akan digunakan dalam medan perang, termasuk militer Amerika.


Dari konteks situasi dan kondisi inilah, muncul sebuah kisah misterius. Tetapi sebelum masuk ke kisah itu, mari kita lihat apa yang terjadi pada tahun 1957.

Morris Jessup dan ONR

Pada tahun 1957, seorang penulis buku yang bernama Morris K Jessup mendapatkan undangan tak terduga dari US Navy's Office of Naval Research (ONR), sejenis badan penelitian milik angkatan laut Amerika.

Morris K Jessup

Jessup bukan penulis sembarangan. Dalam bukunya yang berjudul "The Case for the UFO", ia menceritakan teorinya mengenai teknologi mesin pendorong yang mungkin digunakan oleh piring terbang. Ia juga menulis kalau teknologi anti gravitasi atau manipulasi elektromagnetis mungkin bertanggung jawab atas cahaya-cahaya aneh yang menyertai penampakan UFO.

Berkaitan dengan teorinya, Jessup percaya kalau Unified Field Theory yang dikemukakan oleh Albert Enstein akan memiliki pengaruh signifikan di masa depan.

Ketika sampai di kantor ONR dan menghadap salah seorang perwira angkatan laut, Jessup menemukan sesuatu yang tidak disangkanya.

Ia melihat buku yang ditulisnya tergeletak di meja sang perwira. Tetapi, di dalam halaman-halaman buku itu, ada catatan-catatan kecil yang sepertinya berusaha menjelaskan isi buku tersebut.

Lalu, perwira tersebut menanyakan kepada Jessup apakah ia yang telah mengirim buku tersebut, atau ia mengetahui siapa yang telah mengirimnya.

Jessup menjawab tidak tahu. Dan memang ia tidak mengetahui apa-apa soal itu. Tetapi, ia teringat dengan sesuatu.

Catatan-catatan kecil pada buku itu mengingatkannya pada seseorang.

Carlos Allende yang Misterius
Dua tahun sebelumnya, pada tahun 1955, Jessup pernah bertemu dengan seseorang yang bernama Carlos Allende yang mengklaim pernah menyaksikan kapal perang USS Eldridge menghilang dan muncul kembali.

Ia mengaku menyaksikannya dari atas kapal SS Andrew Furuseth yang berlabuh di dekat USS Eldridge.

Allende percaya kalau pihak angkatan laut telah mengadakan sebuah eksperimen rahasia yang telah menyebabkan peristiwa misterius itu.

Ia juga mengutip sebuah artikel surat kabar yang menyebutkan mengenai dua pelaut awak USS Eldridge yang pernah terlihat lenyap begitu saja dari pandangan mata di sebuah bar.

Allende ternyata pernah menghadiri salah satu seminar Jessup dan memutuskan untuk mempercayakan kesaksiannya kepadanya. Tetapi, Morris Jessup percaya kalau Allende adalah seorang pembohong.

Jessup pernah meminta Allende untuk membuktikan kesaksiannya. Namun, Allende mengaku tidak dapat memberikan bukti dan hanya menawarkan pengakuan lewat pengaruh hipnotis. Belakangan, diketahui juga kalau nama aslinya bukan Carlos Allende, melainkan Carl.M Allen.

Walaupun tidak dipercaya oleh Jessup, Allende tetap meneruskan niatnya untuk menyebarkan kisah itu. Lalu, ia membuat catatan-catatan kaki pada buku Jessup dan mengkaitkannya dengan eksperimen angkatan laut yang dilakukan di Philadelphia itu. Ia mencetak buku yang telah diberi catatan kakinya sebanyak 100 eksemplar dan buku inilah yang salah satunya jatuh ke tangan angkatan laut Amerika. Dari sinilah kisah Philadelphia Experiment mulai menyebar.


Sekarang, mari kita lihat kisah mengenai Philadelphia Experiment versi Allende.

Philadelphia Experiment
Pada tanggal 22 Juli 1943, sebuah percobaan rahasia disebut dilakukan di atas kapal USS Eldridge yang sedang berlabuh di Philadelphia.

Tujuan eksperimen ini tidak lain adalah untuk menciptakan sebuah medan energi yang dapat membuat kapal tersebut menghilang dari pandangan manusia dan radar.


Percobaan ini konon berhasil membuat kapal itu hampir menghilang. Namun, eksperimen ini membawa efek samping terhadap para awak kapal. Beberapa awak kapal mengaku mengalami pusing dan mual. Bahkan, sebuah kisah aneh muncul dari salah seorang awak kapal yang disebut berpindah tempat secara ajaib ke bagian bawah kapal dengan satu tangannya masuk ke dalam rangka baja kapal.

Setelah peristiwa aneh ini, pihak angkatan laut meminta eksperimen ini diubah, bukan lagi supaya kapal dapat menghilang dari pandangan mata, tetapi hanya menghilang dari pantauan radar.

Pada tanggal 28 Oktober 1943, Eksperimen lanjutan dilakukan kembali di atas USS Eldridge.

Eksperimen ini disaksikan oleh banyak orang di atas kapal. Lalu, generator mulai dinyalakan. Saklar mulai digerakkan. Dengan segera, kapal itu menghilang dari pandangan mata dan semuanya terlihat berjalan lancar.

Kapal itu disebut lenyap selama 4 jam sebelum akhirnya muncul kembali di tempatnya semula. Terlihat ada kabut kehijauan misterius menggantung di dek kapal.

Kemanakah kapal itu menghilang selama 4 jam?

Beberapa saksi menyebutkan kalau kapal itu terlihat di pelabuhan Norfolk yang berjarak lebih dari 200 mil dari Philadelphia.

Inilah asal usul berkembangnya legenda yang menyebutkan kalau kapal itu tanpa sengaja mengalami teleportasi.

Ketika kapal itu terlihat kembali di tempatnya semula, sepertinya eksperimen ini telah berjalan dengan sukses. Tetapi, ada sesuatu yang tidak beres. Di atas kapal, terlihat sebuah pemandangan yang mengerikan.

Horor di atas USS Eldridge
Beberapa awak kapal berteriak karena tubuh mereka terbakar, awak yang lain terlihat seperti orang gila. Sebagian lagi terlihat sakit dan sejumlah lainnya tewas di tempat.

Tetapi, yang paling misterius adalah adanya awak kapal yang menghilang begitu saja dari pandangan mata.

USS Eldridge Destroyer Escort 173

Peristiwa ini begitu luar biasa sehingga banyak orang meragukan kesaksian Allende. Karena itu, banyak yang berpendapat kalau kisah ini hanyalah hoax semata.


Philadelphia experiment - Hoax?

Walaupun Allende menyebutkan kalau peristiwa ini disaksikan oleh banyak orang, namun, angkatan laut Amerika menyangkal keberadaannya. Dengan kata lain, Philadelphia Experiment tidak pernah terjadi.

Bahkan angkatan laut mengklaim kalau tidak ada satupun saksi atau bukti yang pernah ditemukan terkait eksperimen Philadelphia.

Misalnya, catatan pelayaran USS Eldridge menunjukkan kalau pada Oktober 1943, kapal itu sedang berada di New York, bukan di Philadelphia.

Lalu, The Office on Naval Research (ONR) terbentuk tahun 1946. Sehingga pada saat eksperimen Philadelphia diadakan, badan ini sama sekali belum ada.

Pada tahun 1999, para veteran yang pernah bertugas di atas USS Eldridge mengatakan kalau kapal itu tidak pernah berlabuh di Philadelphia.

Dengan tegas, pihak angkatan laut beranggapan kalau legenda Philadelphia experiment hanyalah sebuah science fiction yang tersebar lewat seorang hoaxer, tentu saja yang dimaksud adalah Allende.

Tahun 1980, Robert Goerman menulis dalam Fate magazine kalau Carlos Allende yang menyebarkan kisah Philadelphia Experiment sebenarnya memiliki sejarah gangguan psikologi yang mungkin telah menyebabkannya mengarang cerita mengenai Philadelphia Experiment.

Memang, angkatan laut menyangkal adanya peristiwa itu. Catatan-catatan mengenai kapal tersebut juga tidak menunjukkan kalau di atas USS Eldridge pernah diadakan eksperimen mematikan itu. Namun, sebagian orang percaya kalau Philadelphia Experiment benar-benar terjadi dan pemerintah dengan segala upayanya berusaha menutupi peristiwa itu.


Buktinya adalah kematian Morris Jessup yang mencurigakan.

Kematian Morris Jessup

Setelah bertahun-tahun sejak buku pertamanya terbit, Jessup mempublikasikan buku keduanya. Namun buku ini tidak terlalu laris di pasaran dan penerbitnya menolak untuk menerbitkan buku-buku berikutnya.

Pada tahun 1958, istrinya menceraikannya. Teman-temannya mulai melihat Jessup menjadi depresi dan lebih labil. Tidak berapa lama kemudian, ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang proses penyembuhannya cukup lama.

Tragedi yang terus menerus ini, sepertinya membuat ia menjadi patah semangat. Pada tanggal 20 April 1959, ia mengakhiri nyawanya dengan mengunci diri di dalam mobil menyala dan mengalirkan karbon monoksida ke dalamnya.

Walaupun terlihat wajar, namun banyak orang percaya kalau kematian ini berhubungan dengan usaha pemerintah untuk menutupi eksperimen Philadelphia.

Contohnya, otopsi terhadap mayat Jessup tidak pernah dilakukan. Ini bertentangan dengan hukum negara bagian saat itu. Sersan Obenclain, yang tiba di tempat kejadian bunuh diri mengatakan off the record:

"Semuanya terlihat terlalu profesional".

Apakah pemerintah Amerika telah membunuh Jessup?

Teori Konspirasi Philadelphia Experiment
Selain kematian Jessup, ada teori lain yang berhubungan dengan teori konspirasi di balik Philadelphia Experiment, yaitu adanya kemungkinan kalau pemerintah Amerika telah berhasil menguasai teknologi yang berasal dari Unifield Field Theory.

Einstein disebut tidak pernah memecahkan misteri Unified Field Theory. Namun, penulis bernama William Moore percaya kalau Einstein sebenarnya telah memecahkan persamaan matematikanya yang kemudian dihancurkan sendiri olehnya sebelum ia meninggal.

Selain Einstein, Nikola Tesla disebut pernah mengaku kalau ia telah berhasil memecahkan misteri Unified Field Theory sebelum kematiannya di tahun 1943. Menurut anggota keluarga Tesla, FBI datang tidak lama setelah Tesla meninggal dan menyita seluruh catatan-catatan penelitiannya.

Salah satu bukti yang menguatkannya adalah: eksperimen Philadelphia dilakukan tidak lama setelah Tesla meninggal.

Penjelasan Alternatif
Jadi, ada dua pendapat berbeda mengenai Philadelphia Experiment. Di satu pihak, kisah itu dianggap sebagai sebuah hoax. Di pihak lain, eksperimen itu dipercaya benar-benar terjadi walaupun disangkal oleh pemerintah Amerika.

Menariknya, di tengah dua pendapat ini, ada satu pendapat yang sepertinya bisa menjadi jalan tengah. Pendapat ini datang dari penulis bernama Jacques Valle yang juga seorang peneliti UFO.

Ia percaya kalau kisah itu bukan hoax, melainkan hanya sebuah salah tafsir.


Menurut Vallee, pada tahun 1943, kapal angkatan laut yang bernama USS Engstrom, tempat Allende menyaksikan menghilangnya USS Eldridge, memang berlabuh di dekat USS Eldridge.

Nah, di atas kapal USS Engstrom, sebuah prosedur dilakukan untuk menghasilkan medan elektromagnetik yang kuat untuk membuat kapal itu tidak bisa terdeteksi oleh ranjau dan torpedo yang dipicu secara magnetis. Tetapi, proses ini tidak membuat kapal menjadi invisible bagi mata atau radar.

Proses ini disebut degaussing dan diciptakan oleh imuwan Kanada dan Inggris dan biasa digunakan pada perang dunia II. Bahkan proses ini masih digunakan hingga sekarang.

Menurut Vallee, mungkin proses degaussing di Engstrom dibesar-besarkan oleh sebagian orang sehingga menghasilkan kisah Philadelphia Experiment.

Masih menurut Vallee, seorang veteran yang pernah bertugas di atas Engstrom mengatakan kalau USS Eldridge bisa saja berlayar dari Philadelphia ke Norfolk dan kembali lagi hanya dalam waktu sehari dengan melewati Kanal Chesapeake dan Delaware. Pada tahun itu, kanal ini tertutup bagi kapal umum dan hanya boleh dilewati oleh kapal militer.

Ini mungkin menjelaskan kesaksian orang yang melihat USS Eldridge di Norfolk pada hari yang sama dengan dilakukannya Philadelphia Experiment. Pada saat itu, penggunaan kanal itu dirahasiakan dari publik sehingga publik tidak akan mengerti bagaimana caranya USS Eldridge bisa ada di dua tempat yang berjauhan dalam satu hari.

Lalu, salah tafsir lain yang dipercaya oleh Valle adalah mengenai kutipan surat kabar yang menceritakan adanya dua awak kapal USS Eldridge yang lenyap dari pandangan mata di bar.

Seorang veteran pernah mengaku kalau ia adalah awak kapal yang "lenyap dari pandangan mata" di bar. Menurutnya, saat itu terjadi perkelahian di bar. Seorang pelayan bar yang baik hati segera mengeluarkannya lewat pintu belakang sebelum polisi tiba karena saat itu ia masih di bawah umur. Jadi, tidak benar kisah yang mengatakan kalau ia lenyap begitu saja di udara.

Semuanya terdengar masuk akal.

Nah, sekarang kita punya tiga pendapat yang berbeda. Yang manakah yang lebih masuk akal?

Saya serahkan kepada pandangan kalian masing-masing.

Tetapi, sebelum saya tutup, ada satu pertanyaan yang cukup mengganggu pikiran saya. Jika Philadelphia Experiment adalah sebuah Hoax dan tidak pernah terjadi, mengapa pada tahun 1957, pihak angkatan laut Amerika sampai merasa perlu mengundang Morris Jessup untuk megklarifikasi bukunya?

Mengapa tidak mengacuhkannya? bukankah itu cuma science fiction?

(wikipedia, history.navy.mil, crystalinks.com, skepdic.com)